Tentang Khitan | Artikel | Berita | Tarif | Proses Khitan | Perawatan Khitan | Penjualan     
Select Language :  
 
 
 
 

Hotline Number :
(021) 8242 0020 – (021) 7033 1232 – 7033 1233

Emergency Call (Keadaan Darurat) :
0878 7879 4433

Khusus Pasien Dewasa :
(021) 3410 0111




 
 

Khitanan pada anak laki-laki atau biasa disebut sirkumsisi adalah membuang kulit kulup yang terletak pada glands penis dan biasanya dilakukan orang karena alasan agama. Secara medis khitan juga dilakukan karena indikasi tertentu, misalnya, karena kasus yang biasa disebut dengan fimosis, yaitu keadaan di mana kulit pada kepala penis lengket atau kulup mempunyai lubang terlalu sempit sehingga kulit kulup tidak dapat tertarik kebelakang atau membuka.
Tujuan utama dari bersunat adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya. Ketika bersunat, kulup yang menutupi jalan ke luar urin dibuang, sehingga kemungkinan kotoran untuk menempel atau berkumpul di ujung penis jadi lebih kecil. Ini karena penis lebih mudah dibersihkan.

Khitan dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Jadi, di masa tuanya kelak, ia jadi lebih mudah merawatnya. Dan, yang paling menarik, selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet dan terkena iritasi, bersunat juga punya pengaruh terhadap kehidupan seksual laki-laki.
Usia Berapa Dikhitan
Tidak ada ketentuan kapan usia yang paling baik seseorang menjalankan sirkumsisi baik secara agama maupun secara medis. Tapi, biasanya sunat ini dilakukan pada saat anak sebelum atau menjelang akil balik atau puber. Akan tetapi tren yang saat ini banyak dianut secara internasional khitanan dilakukan sedini mungkin mengingat secara medis semakin kecil usia anak yang dikhitan maka penyembuhannya akan semakin mudah. Selain itu statistik menunjukkan bahwa satu diantara 20 anak menderita fimosis yang artinya kemungkinan terjadinya komplikasi berupa infeksi maupun gangguan lain akan cukup besar. Tidak ada pengaruhnya antara usia dilakukan sirkumsisi dengan pertumbuhan badan maupun pertumbuhan penis.

Manfaat Khitan
Dari sisi Higienis pria yang disunat lebih baik dan bersih, pada masa tua lebih mudah merawat bagian tersebut, dan secara seksualitas lebih menguntungkan seperti lebih bersih, tidak mudah lecet/iritasi, dan juga terhindar dari ejakulasi dini.
Khitanan dapat mencegah penumpukan smegma, yaitu kotoran yang lengket, berwama putih yang sering berbau tidak sedap yang berasal dari lemak yang diproduksi tubuh yang bercampur bakteri dan sisa-sisa urine. Dengan di khitan dapat mengurangi sisa-sisa kotoran yang ada di sekitar kepala penis dan lipatan kulit yang agak sempit. Smegma pada penis tidak berbahaya bagi pria, namun smegma itu dapat menjadi bahaya bagi wanita yang melakukan hubungan intim dengan pria tersebut. Data dalam sebuah jurnal kesehatan, menyebutkan kotoran smegma yang berwarna putih susu pada penis tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada rahim pasangannya. Pasalnya kotoran itu dapat merangsang terjadinya radang dan infeksi pada mulut rahim.

Penyakit - Penyakit
Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan khitan, diantaranya:

Kanker Kulit Penis :
Menurut statistik didapatkan bahwa karsinoma penis lebih banyak didapatkan pada penduduk yang tidak dikhitan dibandingkan dengan mereka yang dikhitan. Masih ada pertentangan akan manfaat khitan terdapat pencegahan kanker ganas tetapi pada penelitian didapatkan bahwa khitan dapat mencegah terjadinya akumulasi smegma yang mempunyai hubungan dengan terjadinya kanker ganas penis. Jenis kanker ganas terbanyak adalah Squamous cell carcinomal.

Phimosis :
Phimosis ialah kelainan bawaan dimana preputium tidak dapat ditarik ke proximal melewati glend penis. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan dan fibrosis yang berulang dapat mengakibatkan lubang preputium yang makin menyempit sehingga dapat menyebabkan obstruksi air seni.

Paraphimosis :
Paraphimosis ialah keadaan dimana preputium yang dapat ditarik ke proximal melewati gland penis dengan sedikit tekanan tetapi sulit untuk dikembalikan ke depan seperti semula. Keadaan ini sering kali memerlukan bantuan tenaga medis untuk mengembalikan kulit preputium ke posisi semula.

Infeksi Jamur :
Hal ini terkait dengan sisa kotoran yang menempel pada bagian dalam dari preputium secara tidak langsung berakibat pada terjadinya infeksi salah satunya jamur.

Khitan Mencegah HIV
Penelitian menunjukkan bahwa pria yang tidak melakukan khitan (sirkumsisi) berisiko hingga dua kali lebih untuk terinfeksi virus HIV setelah melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya yang telah terinfeksi HIV.
Bagaimana khitan memberi efek perlindungan terhadap infeksi HIV adalah karena keratinisasi kelenjar yang tak tertutup oleh kulit di ujung penis, cepatnya penis mengering setelah kontak seksual, mempersingkat harapan hidup HIV di penis setelah kontak seksual dengan pasangan dengan HIV-positif.

Selain itu berkurangnya keseluruhan permukaan kulit di penis berarti berkurangnya sel yang menjadi sasaran empuk HIV. Sel yang empuk menjadi sasaran HIV ini banyak sekali terdapat di kulit ujung penis yang dibuang bila seorang pria bersunat. Akan tetapi pria sebaiknya tidak berpikir bahwa sunat merupakan perlindungan total terhadap HIV. Berhubungan seksual dengan pasangan yang tetap (istri) adalah pencegahan terbaik terhadap resiko ini.

Tahukah Anda?
• Satu dari enam pria di dunia dikhitan.
• Khitanan pertama di bumi dimulai lebih dari 15.000 tahun lalu.
• Anak-anak yang dikhitan pada usia lebih muda akan lebih aman dan mudah sembuh dibandingkan yang lebih tua.
• Proses khitanan dengan Smart Klamp jauh lebih cepat dibandingkan cara lain.
• Dengan Smart Klamp khitanan tidak membutuhkan jahitan, tanpa perdarahan, dan langsung beraktifitas seperti biasa, seperti bersekolah, berlibur, bekerja bahkan berenang.


 
© Copyright 2011, All Rights Reserved